Malam kenangan
pagiku tak seindah dulu, ada yang berbeda kini. tak lagi kutemukan mereka yang selalu hadir dalam hidupku, mengalir dalam nadi dan denyutku.
kali ini kami terpisah dengan luasnya lahan dan panjangnya jalan raya, disini, dari tingkat tiga gedung hijau aku berdiri, menatap seantero atap yang satu tak kutemui, kulihat jauh memandang bahkan picing dan melebarnya mata tak membuahkan hasil jua.
lelahku tuk berharap
mereka tak akan datang, batinku menyeru.
ku coba menghibur diri menatap langit biru dan menikmati sayup angin menopang tubuhku
suara gerbong kereta menyeru merdu, panggilan stasiun bahwa kereta kan pergi seolah menyeretku tuk pergi.
kini kuhibur pikirku dengan turun ke lantai dua, bermimipi dapat melihat mereka lagi, tapi lain kenyataan. kulihat wajah berseri beranjak pergi, menghampiri kado Tuhan yang datang, mereka menunggunya dengan sabar dan satu persatu tamu mulai berdatangan, tangis haru dan saling memandang, melongok keluar mencari seseorang dari luar gerbang, kemudian masuk bersama di gedung hijau berlantai tiga ini,
aku masih disini menunggu
satu persatu dari mereka pergi bersama dua malaikat hidup mereka, tapi dua malaikatku bahkan satupun tak ada yang datang.
pulanglah, hatiku berseru.
percuma kutunggu disini sampai pagi menjelang, tak akan ada yang datang.
tapi mataku tak lelah memandang,binar penuh harapan dan mimpi yang mustahil kudapatkan.
kini aku beranjak pulang meninggalkan gerbang hijau tanpa gandengan dua tangan..
aku duduk diantara mereka, diantara santri lain yang masih bersuka cita.
aku hanya bisa termenung dan hatiku seoalah disayat 10 bilah, tapi tiada daya dan kuasaku membendung itu semua.
bangku yang berjejer rapih disana.. dihitung untuk santri bersama kedua orang tuanya harusnya semua terisi, tapi ganjil kini. dua bangku disampingku tak terisi seperti bangku bangku semua temanku.
"ma, pa.. lihatlah aku disini"
baju seragam khataman yang harusnya kubanggakan sudah tak berarti lagi kini, takan ada yang berharga dari malam ini
malam ini tak seistimewa malam mereka,
pa.. maa.. aku ingin seperti mereka yang malam ini bertemu orang tuanya, dijemput orang tuanya pulang kerumah setelah setahun membendung rindu dalam penjara ilmu.
aku ingin seperti mereka.. aku iri pada mereka yang bisa bertemu orang tuanya.
aku rindu
kulihat masa itu,
masa yang indah bagi mereka.
ku ingat hari itu,
hari mereka bertemu orang tuanya.
ku kenang malam itu,
disaat mereka dijemput orang tuanya.
tapi aku bukanlah bagian dari mereka.
aku hanya bagian dari harapan.
menunggu dan berharap mereka pulang
malam muwadda'ah Pondok Pesantren Lu'lu'il Quraanil Maknuun
Komentar
Posting Komentar